Menu Close

Bupati Mabar Resmikan Peluncuran Aplikasi ‘ Wekar Lawa’ Pada Moment HKN ke -58

Labuan Bajo, Kominfo Mabar– Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, SE didampingi Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes dan Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Mami, SKM meresmikan peluncuran aplikasi ‘Wekar Lawa’ yang dibuat Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat.

Peresmian aplikasi ‘Wekar Lawa’ yang dibuat Dinkes Mabar untuk memudahkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ini dilaksanakan usai upacara bendera memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke – 58 yang dipadukan dengan Apel Kesadaran di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (17/11/2022).

WEKARLAWA (Wahana Elektronik Untuk Kesehatan Masyarakat Lintas Warga Pengguna) adalah suatu ekosistem pengelolaan pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi, dalam rangka menghasilkan data dan informasi kesehatan yang andal dan mudah diakses.

Aplikasi ini dibuat untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan, sebagai bagian dalam mendukung terciptanya kehidupan yang cerdas, khususnya dalam sektor kesehatan (smart health living).

Wekar Lawa juga untuk memenuhi harapan Menteri Kesehatan pada saat peluncuran blue print Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024 di Jakarta tanggal 16 November 2021 agar inovator- inovatir menciptakan aplikasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya fokus pelaporan untuk pejabat tetapi juga fokus pada pelayanan untuk masyarakat.

Bupati Edi menjelaskan, ekosistem “Wekar Lawa” terdiri dari dua system yaitu sistem informasi berbasis website dan sistem informasi berbasis android.

Sistem Informasi berbasis web terdiri dari Sistem Informasi Puskesmas Dan Jaringan (e-Puskesmas), Sistem Informasi Dinas Kesehatan Kabupaten (e-Dinkes), Sistem Informasi Manajemen Gudang Farmasi (e-Farmasi), dan Sistem Informasi Antrean Puskesmas (eAntrian) dan Sistem Informasi berbasis android adalah Sistem pendaftaran pasien online berbasis android (Klinisia).

Kelima sistem ini saling terintegrasi dan tersisa eFarmasi yang belum diterapkan sedangkan ePuskesmas sudah bridging atau terkoneksi dengan pCare BPJS Kesehatan.

Dijelaskan, kalau sebelumnya hanya ada 2 pegawai disetiap puskesmas yang mengelola pelayanan BPJS Kesehatan, namun dengan ePuskesmas semua pegawai yang terlibat di unit-unit pelayanan memiliki hak akses terhadap aplikasi ePuskesamas sesuai dengan tugasnya masing-masing.

“aplikasi Klinisia akan terkoneksi Mobile JKN sehingga pendaftaran online untuk pasien BPJS Kesehatan cukup menggunakan aplikasi Klinisia di Android saja,” jelas Bupati Mabar Edistasius Endi .

Ia menambahkan, untuk Pendaftaran Mandiri baik dengan eAntrian dan Klinisia untuk sementara hanya di Puskesmas Labuan Bajo. Sedangkan Puskesmas lain bisa menggunakan Klinisia tapi belum terbridging dengan BPJS Kesehatan.

“Kami akan secara bertahap untuk bisa diterapkan di seluruh puskesmas sesuai dengan ketersediaan jaringan internet,” katanya.

Bupati mengharapkan dengan diresmikannya ‘Wekarlawa’ bisa bermanfaat untuk pelayanan kesehatan, antara lain; pertama, meningkatnya kecepatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan tersedianya sistem pendaftaran online dan data rekam medik online (Klinisia dan ePuskesmas).

Kedua, memudahkan monitoring real time proses pelayanan di setiap unit oleh kepala puskesmas.

Ketiga, monitoring kinerja harian pelayanan setiap unit kerja di puskesmas terpantau baik oleh kepala puskesmas via epuskesmas dan oleh Dinas Kesehatan lewat aplikasi e-Dinkes.

Keempat, meningkatnya kecepatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan tersedianya sistem pendaftaran online dan data rekam medik online (Klinisia dan ePuskesmas)

Kelima, meningkatnya kecepatan pencatatan data dan informasi kesehatan di puskesmas (ePuskesmas)

Keenam, meningkatnya kecepatan pengiriman data dan informasi kesehatan dari puskesmas ke Dinas Kabupaten (ePuskesmas dan eDinkes)

Ketujuh, meningkatnya kecepatan monitoring data dari Dinas Kabupaten ke Puskesmas (ePuskesmas dan eDinkes)

Dan kedepan, Dinas Kesehatan memiliki kemudahan dalam membuat laporan dinamis maupun laporan statis sesuai kebutuhan dalam koordinasi pekerjaan dengan puskesmas sehingga tidak lagi menggunakan laporan manual yang nantinya berdampak pada penghematan anggaran ATK dan Perjalanan dinas (Paperless).

Bupati pun mengajak masyarakat Manggarai Barat untuk memanfaatkan aplikasi Wekarlawa.

“Saya mengajak kita semua masyarakat untuk memanfaatkan kehadiran aplikasi Wekar Lawa ini. Kami sadar bahwa tak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu kami mohon maaf jika dalam penerapan aplikasi ini masih ada kekurangan-kekurangan,” ujarnya.

Sementara untuk Dinas Kesehatan dan Puskesmas, Bupati harapkan untuk total menerapkan aplikasi ini sehingga tidak ada lagi pengumpulan laporan secara manual, wajib dilakukan dalam ePuskesmas dan eDinkes.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dinkes Manggarai Barat, Adrianus Ojo menambahkan, Dari 22 puskesmas, sudah ada 4 puskesmas yang sudah memanfaatkan aplikasi, yaitu Puskesmas Labuan Bajo, Puskesmas Benteng, Puskemas Wae Nakeng dan Puskesmas Golo Welu.

“18 puskesmas lain sudah dilakukan pelatihan pada bulan Oktober 2022, dan direncanakan ke18 puskesmas akan mulai menerapkan secara total,” jelas Ardi Ojo.

Menurutnya, tantangan dalam penerapan aplikasi ini adalah keterbatasan jaringan internet di beberapa puskesmas, seperti Terang, Bari dan Rego.

Peluncuran aplikasi WEKARLAWA ditandai simulasi pemanfaatan aplikasi oleh Bupati Edi dan Wabup Yulianus Weng. Simulasi mulai dari aplikasi eAntrian dengan mesin antrian, Loket pendaftaran, petugas di masing- masing Poli, petugas dari Dinkes yang sudah siap juga dengan eDinkes.

(Hans- Tim IKP Kominfo.Mabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.