Menu Close

Yakines Kembangkan Varietas Padi Lokal

LABUAN BAJO, Kominfomabar-Petani binaan Yayasan Komodo Indonesia Lestari (yakines) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mathias Pagang,(73) asal Desa Lendong, Kecamatan Lembor Selatan sejak 2017 silam hingga sekarang terus berinovasi mengembangkan varietas baru Padi Lokal Manggarai Barat dengan metode kawin silang.

Varietas baru hasil kawin silang yang di lakukan Mathias Pagang yakni,Laka Lonto vs Lea dari Nisar disilangkan

dengan Raket Putih dari Laba, Desa Golo Ndaring.
SP1 (sipagang 1) vs Laka Lonto disilangkan dengan Raket Putih.
Sipagang 1 vs Rindeng Merah dari Desa Golo Mori disilangkan dengan padi Bisputih dari Laba, Desa Golo Ndaring.
Bisputih disilangkan dengan SiPagang 1.
Raket Putih disilangkan dengan SP 1 vs Rindeng Merah,
Raket Putih disilangkan dengan Laka Lonto vs SP1.

Dari hasil kawin silang tersebut terdapat 22 jenis padi F1 dan setelah ditanam dihasilkan sebanyak 111 jenis padi baru yang akan terus dimurnikan melalui proses penanaman seterusnya sampai F22, kata Direktur Yakines Gabriela Uran,Sabtu malam (14/3/2020) .

Dikatakanya, hasil pemurnian tanaman padi pada setiap musim tanam akan diperoleh padi yg berumur pendek, produksi tinggi, rasanya pulen, tahan kekeringan, tahan hama dan penyakit.

Melalui proses pemurnian itu, petani dapat mengatasi persoalan pangan melalui persiapan benih unggul, sistem pengelolaan dengan perlakuan organik mulai dari benih dan penggunaan pupuk dan pestisida, sehingga mereka secara mandiri dapat menghasilkan pangan sehat untuk keluarganya dan untuk umat manusia lainnya,jelas Ny.Gabriela Uran.

Sejak tahun 2017 silam Yakines fokus mendampingi petani dan
terus mengembangkan program kawin silang padi untuk membantu mereka supaya bisa menghasilkan benih secara mandiri.Jumlah dan jenis varietas,
untuk varietas dari kawin silang, ada 358 jenis padi baru. Sedangkan dari kawin silang puncak, ada 111 varietas baru.

Kini Petani binaan Yakines berjumlah 126 kelompok dengan total anggota 2.254 orang tersebar di Kecamatan Welak,Lembor dan Sano Nggoang .

Direktur Yakines Ny.Gabriela Uran menjelaskan inovasi bersama petani binaan ,Mathias Pagang terus dilakukan sebagai salah satu upaya membangun kedaulatan pangan bagi semua.

Ia berharap ,Padi lokal hasil kawin silang baik F4 dan F2 memberikan harapan baru bagi para petani untuk dapat memiliki benih padi berkualitas tinggi dan dapat memberikan produksi tinggi bagi kita untuk memiliki berbagai jenis tanaman padi dengan cita rasa yang beragam.

“Jika varietas padi lokal sudah mencapai pemurnian F22, petani di wilayah Manggarai Barat bisa memiliki benih padi sendiri dan tidak harus membeli benih tanaman padi dari luar, sehingga dapat mengurangi pengeluaran keuangan keluarga untuk pengadaan benih,” katanya.

Sementara itu,Mathias Pagang (73)
mengharapkan petani milenial melanjutkan inovasinya untuk mengembangkan atau meneliti tanaman pangan lokal yang terancam punah,ujarnya.
( Hans)**

Leave a Reply

Your email address will not be published.