Menu Close

Workshop Genposting ”Konten Kreatif Promosi Pariwisata Labuan Bajo”

LABUAN BAJO, Kominfomabar – Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Ditjen Informasi Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Barat dan Generasi Pesona Indonesia (GENPI) mendukung kegiatan promosi tersebut dengan menyelenggarakan Workshop Genposting (Generasi Positive Thinking)

“Konten Kreatif Promosi Pariwisata Labuan Bajo”, Rabu (19/2) di Gedung Serbaguna, D’Aj Hall, Komplek SMAK StIgnasius Loyola Labuan Bajo Manggarai Barat.

Asiten Perekonomian dan Pembangunan Setda Manggarai Barat Martinus Ban (asisten II) mewakili Bupati Manggarai Barat dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi pada Kemenkominfo yang telah melaksanakan kegiatan positif selama 2 (dua) hari ini.

“Kami pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat Mengucapkan terimakasih dan mendukung pelaksanaan kegiatan positif ini di Labuan Bajo, dari kemarin Kemkominfo telah melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat guna kemajuan daerah ini yang telah ditetapkan sebagai pariwisata Premium oleh bapak Presiden beberapa waktu yang lalu,” katanya

Asisten II mengharapkan kegiatan ini bisa memberi solusi yang strategis untuk memecahkan beberapa persoalan, seperti masalah sampah dan pengentasan keberadaan blank spot dibeberapa wilayah di daerah ini.

“dari kegiatan ini, generasi Milenial Labuan Bajo bisa berubah dan mengambil peran penting guna kemajuan Mabar kedepan, dan kegiatan ini juga bisa merangsang pembangunan infrastruktur informasi dan komunikasi berupa pembangunan menara, sehingga tidak ada lagi daerah yang blank spot yang tidak ada jaringan internet,” tegas asisten II

Sementara itu Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Kemaritiman Ditjen IKP Kemkominfo Septriana Tankary dalam arahannya mengatakan seperti diketahui, pada 2017 Presiden Jokowi menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu dari “10 Destinasi Prioritas” di Indonesia, yang dikenal juga sebagai “10 Bali Baru”. Melihat tren kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun yang cenderung meningkat, pada 2019 status destinasi Labuan Bajo kemudian ditingkatkan menjadi “Destinasi Super Prioritas”.

Menurutnya Posisi Labuan Bajo, sebagai pintu gerbang wisata setelah dari Bali dan Lombok, menjadikan kota ini strategis untuk dikembangkan sebagai destinasi super prioritas. Kota Labuan Bajo tersohor karena memiliki potensi wisata bahari kelas internasional. Pemerintah bermaksud mempercepat penataan kawasan kota pelabuhan ini dengan skema menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata bagi kalangan menengah ke atas.

Labuan Bajo lanjut Katryna juga memiliki potensi alam yang melimpah. Mulai dari Pulau Padar dengan lanskap yang indah, Pantai Pink yang romantis dengan pasirnya yang berwarna pink, lokasi wisata bawah laut yang menjadi spot snorkelling maupun diving yang kaya dengan panorama terumbu karang, flora dan fauna aneka rupa, hingga sensasi tracking ala Jurrasic di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Ia menegaskan komitmen dan keseriusan pemerintah dalam membangun dan mengembangkan pariwisata di Labuan Bajo ini harus didukung pula dengan upaya promosi yang maksimal. Agar lebih massive, promosi pariwisata hendaknya dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga, pihak swasta, pelaku usaha, pengelola objek wisata, serta semua stakeholder yang terkait, dan masyarakat umum.

Seiring perkembangan era digital, promosi pariwisata tidak hanya dilakukan melalui media konvensional. Promosi dapat dilakukan secara gencar melalui media sosial. Menurut APJII, pada tahun 2018, pengguna internet mencapai 171,17 juta pengguna dari populasi 264,16 juta jiwa. Jumlah pengguna internet yang tinggi menjadikan Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk kegiatan bisnis secara
online.

Berbagai media sosial seperti facebook, twitter, youtube, whatsapp, dan instagram dapat dijadikan platform dalam memprornosikan berbagai keindahan dan budaya yang dimiliki Mabar. Melalui media sosial, promosi dapat dilakukan dengan mengunggah foto atau video yang dapat menarik wisatawan untuk datang berwisata ke Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak dan menguras waktu.

“Oleh karena itu, promosi pariwisata melalui media social dapat menjadi strategi mengatasi anggaran promosi agar pariwisata mampu berkontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara,” kata direktur.

Kegiatan Genposting bertujuan untuk, Meningkatkan kearifan lokal dengan memberikan pemahaman ke peserta terkait potensi sosial media sebagai sarana promosi interaktif bagi pariwisata Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

Kemudian membekali generasi muda, UMKM, pelaku usaha pariwisata, serta perangkat desa agar bisa memproduksi konten kreatif dan positif berupa tulisan, gambar dan video untuk meningkatkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

Dan membuka jaringan yang lebih luas terhadap bisnis jasa pariwisata, diantaranya berupa informasi tentang kualitas layanan, pengalaman, sampai variasi harga yang menarik, serta membentuk kepercayaan terhadap informasi yang diberikan.

“adapun target dari pelaksanaan workshop ini adalah untuk melatih dan memberdayakan generasi muda, UMKM, pelaku usaha pariwisata, serta perangkat daerah, khususnya di Kawasan Kabupaten Manggarai Barat untuk memproduksi konten kreatif dan positif baik secara individu ataupun kelompok,” tegasnya

(Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.