Menu Close

Tari Caci Tampil Memukau Di Festival Florata

LABUAN BAJO, 1 Agustus 2019 –Hangatnya mentari pagi membakar semangat para penari caci yang tampil gagah dan energik pada hari ketiga Pelaksanaan Festival Florata di Lapangan Bola Kaki Kampung Ujung, Labuan Bajo, Kamis (1/8).

Alunan musik tradisional khas Manggarai semakin memacu semangat mereka yang kian membara dengan gerakan-gerakannan lincah yang berirama. Terdengar pula syair lagu yang dinyanyikan yang menggambarkan suasana hati si penari. Dalam lagu itu pula penonton dapat mengenal siapa sesungguhnya sang penari karena di dalamnya juga memuat pesan yang melukiskan identitas penari.

Para penari tampil perkasa memperagakan tari caci yang merupakan tari perang masyarakat Manggarai. Selain itu, tari caci juga menjadi permainan rakyat yang dimainkan oleh dua orang penari laki-laki.

Kedua penari saling beradu kebolehan. Mereka bertarung menggunakan perisai dan cambuk sebagai senjatanya. Yang satu bertindak sebagai penyerang dengan cambuk yang dipegang dan diayunkan sekuat tenaga sambil mencari sasaran yang tepat, sementara yang lain dengan cermat melihat arah pukulan lawan dan dengan tangkas menangkisnya dengan menggunakan perisai.

Pemain Caci hanya boleh memukul tubuh pemain lawan mulai dari bagian pinggang ke atas. Sedangkan bagian pinggang ke bawah yang ditandai sehelai kain yang menjuntai tidak boleh dipukul. Seluruh kulit tubuh pemain seperti kulit bagian dada, punggung, lengan termasuk mata menjadi sasaran cambuk pemain lawan.

Pemain dinyatakan kalah bila pecut yang dipasang kulit kerbau tipis diujungnya mengenai badan terlebih bagian mata.Permainan adu ketangkasan ini bersifat sportif. Keduanya saling berganti peran. Seorang penari hanya melakukan sekali pukul.

Pertarungan semakin seru dengan teriakan dukungan para penonton. Namun waktu jualah yang membatasinya. Meski ada yang kena dan terluka, namun itu bukan menjadi alasan untuk membalas dendam di luar arena. Luka yang dialami dikagumi sebagai lambang keperkasaan dan kejantanan seorang pemain caci.

Tari caci yang memperagakan adu ketangkasan ini menggoda pengunjung yang bukan hanya warga sekitar tetapi juga wisatawan mancanegara. Meski teriknya matahari, tetapi mereka tetap bergeming.

Permainan adu ketangkasan ini pun berhasil memukau penonton yang berada di sekitar arena. Dengan telephone seluler di tangan, masing-masing mereka mengabadikan moment tersebut.

Untuk diketahui, berbagai atraksi dipertunjukkan selama berlangsungnya Festival Florata di antaranya tari menenun, tari bali belo, kolaborasi musik kulintang, tari pati lingko, tari ako mawo, tari wengko towe songke, dan atraksi budaya dari masing-masing daerah.

Festival ini sebagai ajang mempromosikan seni dan budaya masyarakat Flores dan Lembata yang beranekaragam. Keragaman itu pula yang memperkaya kazanah budaya bangsa Indonesia. Selain itu pula event ini menjadi sarana promosi pariwisata Flores dan Lembata agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan tinggal lebih lama menikmati aneka ragam budaya dan kekayaan alam nan indah permai sambil merasakan dan mengalami kerahaman masyarakat. (Arnoldus Nggorong)

Leave a Reply

Your email address will not be published.