Menu Close

Program PEIB Tingkat Kabupaten Manggarai Barat Resmi Ditutup

Labuan Bajo, Kominfo Mabar – Bupati Manggarai Barat (Mabar) resmi menutup Program Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan (PEIB) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat sejak tahun 2018 hingga tahun 2021
“Akhirnya dengan mengucap Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Program Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat sejak tahun 2018 hingga tahun 2021, Saya nyatakan DITUTUP dengan Resmi,” kata Bupati Edistasius Endi saat menutup kegiatan PEIB yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Matheus Ngabut, Senin (13/12) di Aula kantor Bupati Manggarai Barat
BAPPENAS telah menjelaskan bahwa konsep pembangunan ekonomi inklusif dimaknai sebagai pembangunan ekonomi yang menciptakan akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkeadilan, meningkatkan kesejahteraan, serta mengurangi kesenjangan antar kelompok dan wilayah.
Dijelaskannya konsep tersebut juga sejalan dengan semangat pembangunan daerah Manggarai Barat yang tertuang dalam dokumen RPJMD tahun 2021 – 2026. Misi 1 yakni Mengembangkan Pariwisata secara Berkelanjutan dan Inklusif. Misi 2 yakni Mewujudkan SDM yang Berkualitas. Dan Misi 3 yakni Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah Berbasis Potensi Lokal.
“Ketiga misi tersebut sebagai cerminan proses inklusifitas dalam mendorong pembangunan ekonomi yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan dan kemajuan daerah Manggarai Barat,” imbuhnya
Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Super Premium di Indonesia. Hal ini tentu saja memiliki konsekuensi bagi pemerintah selaku pemangku kebijakan daerah untuk mendorong keterlibatan dari semua pelaku pembangunan ekonomi lokal termasuk dari penyandang disabilitas untuk mendapatkan dan mengakses peluang ekonomi yang ada.
“Penting untuk kita ingat kembali bahwa Kabupaten Manggarai Barat telah memiliki regulasi Perda Nomor 3 tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas untuk mengakomodir kebutuhan serta memberi kesempatan yang luas dan setara bagi penyandang disabilitas,” jelas Edi Endi
Menurut Edi Endi dengan keterlibatan penyandang disabilitas juga akan mendukung pembangunan sektor Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat yang menjadi pilar utama pembangunan saat ini. Sampai saat sekarang, sektor ekonomi terutama yang mendukung sektor pariwisata belum bergerak dengan maksimal. Ia meyakini hal ini disebabkan karena masih adanya hambatan dan keterbatasan dalam memberikan kesempatan kerja dan peluang usaha ekonomi bagi kelompok rentan.
“Saya tekankan hal ini, karena ini menjadi tantangan tidak hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bapak ibu dari penyedia layanan ekonomi baik itu Bank/Koperasi, maupun sektor swasta. Sehingga diperlukan kerja kolaborasi antar sektor termasuk dari Organisasi Masyarakat Sipil yang ada agar semua bisa bergerak memberdayakan kelompok rentan mulai dari hulu hingga ke hilir,” tegas bupati bumi Komodo tersebut
Tidak lupa pihak desa juga perlu mendorong dan memfasilitasi penyandang disabilitas melalui Dana Desa yang tersedia. Desa-desa yang menjadi dampingan project harus mampu berinovasi dan kreatif dalam memberdayakan kelompok rentan sesuai dengan potensi yang dimiliki desa.
“Saya berharap juga desa-desa dampingan program PEIB yang dilaksanakan Humanity & Inclusion bisa menjadi contoh dan dapat secara mandiri mempengaruhi desa lainnya. Sehingga praktik baik dari program ini bisa direplikasi serta berkelanjutan pasca program ini selesai,” ungkapnya
Program PEIB telah memberikan pengaruh dan dampak dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Manggarai Barat. Program ini juga sejalan dengan semangat pembangunan lima tahun kedepan seperti yang sudah saya jabarkan sebelumnya. Ia menyampaikan program ini telah efektif meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam usaha ekonomi untuk menjadi lebih mandiri dan berpartisipasi aktif dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan di desa.
Selain itu OPD, lanjut Edi Endi para penyedia layanan ekonomi, dan sektor swasta juga berpartisipasi dengan terlibat aktif mendukung implementasi program ini. Kerja kolaborasi dan koordinasi menjadikan semangat pembangunan ekonomi yang partisipatif dapat terwujud. Strategi kerja tersebut merupakan komitmen lintas sektor dalam pelibatan penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi di daerah ini.
Bagi OPD-OPD yang terlibat selama ini, saya mengharapkan agar nilai-nilai pembangunan ekonomi inklusif perlu diteruskan dalam rencana kerja di tahun-tahun mendatang. OPD-OPD perlu memikirkan dan memprioritaskan kelompok rentan untuk berpartisipasi dan terlibat dalam proses perencanaan dan penganggaran di daerah.
Termasuk para Kepala Desa dalam pengelolaan dana desa harus sejalan prioritas penggunaannya untuk memberdayakan dan memperkuat pengembangan usaha kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas yang sudah dirintis oleh Humanity dan Inclusion dan CIS Timor.
Edi Endi berharap para penyedia layanan dan sektor swasta lainnya juga perlu melanjutkan dukungan bagi penyandang disabilitas dalam usaha ekonominya. Dukungan tersebut bisa dilakukan melalui kerjasama dengan Pemerintah Desa maupun BUMDES untuk mengakomodir hasil usaha kelompok rentan ataupun dengan alokasi CSR.
Forum Pokja Ekonomi Inklusif yang telah dibentuk, diharapkan dapat dilanjutkan pasca program PEIB selesai.
Hal ini penting diteruskan karena forum ini mampu menyelami berbagai permasalahan terkait kelompok rentan, sehingga bisa memunculkan terobosan-terobosan ataupun ide gagasan yang berkontribusi positif untuk penyelesaian permasalahan yang ada.
Edi Endi mengajak sinergi kerjasama terus dilakukan demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Ia meyakini bahwa kehadiran Bapak, Ibu sekalian dalam acara ini merupakan komitmen yang tinggi untuk melanjutkan kerja-kerja di sektor ekonomi inklusif
Program PEIB selama kurang lebih tiga tahun telah menjadikan Bapak Ibu sebagai tokoh kunci dan agen perubahan untuk menggerakkan pembangunan ekonomi inklusif di daerah ini.
Saya mengharapkan untuk terus bersinergi dan berkontribusi dalam bertukar pikiran dan berbagi pengalamannya agar tetap selaras dan beriringan dengan pembangunan di daerah ini, imbuhnya
Kita juga menyadari bahwa kehadiran Humanity & Inclusion dan CIS Timor tidak bisa selamanya di daerah ini. Namun pembelajaran dan praktik baik yang diperoleh dapat diterapkan seterusnya. Kehadiran kedua lembaga ini memberikan warna dalam proses pembangunan ekonomi daerah.
Metode dan pendekatan yang dilakukan berbeda namun memiliki tujuan yang sama dengan pemerintah yakni memberantas kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat. Dan saat ini kemitraan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat telah memasuki fase akhir dari keseluruhan rangkaian kegiatan yang dilakukan.
Ia menegaskan pencapaian-pencapaian yang diperoleh dari program ini perlu ditindaklanjuti maupun direplikasi.
“saya sampaikan terima kasih kepada Humanity & Inclusion, dan CIS Timor atas kerjasama dan sumbangsih konstruktif yang diberikan bagi Kabupaten Manggarai Barat,” pungkas Edi Endi
(Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.