Menu Close

Perumda Wae Mbeliling Layarkan Kapal Tanki Air ke Pulau Papagarang

LABUAN BAJO, 5 Oktober 2019 – Pemerintah kabupaten Manggarai Barat NTT melalui Perusahaan Umum Daerah ( perumda ) Wae Mbeliling melakukan pelayaran perdana Kapal Tanki Air ke pulau Papagarang yang terletak di posisi barat laut dari Labuan Bajo.

Setelah di resmikan penggunanya oleh Bupati Drs.Agustinus Ch.Dula,pada Jumat 4 Oktober 2019,hari ini Sabtu 5 /10 pihak Perumda mulai mendistribusikan air minum bersih ke pulau – pulau. “hari ini jadwalnya ke pulau Papagarang,sedangkan pulau Messa,Rinca dan lainya akan di atur kemudian,” kata Leonardus Yance pimpinan rombongan Perumda Wae Mbeliling.

Kapal bantuan Kementerian PUPR bernama KM Tirta Nusa Samudera,berkapasitas 50 ribu liter,akan melayani kebutuhan air minum bagi warga kepulauan dan pesisir di sekitaran Labuan Bajo.

Dari Labuan Bajo menuju pulau Paparagarang waktu tempuh sedikitnya 2,5 jam.Dari Labuan Bajo,rombongan berangkat sekitar pukul 12 siang,bersandar di dermaga Papagarang sekitar pukul 14 .30 Wita.

Proses pendistribusian air di wilayah itu tampaknya mendapat sambutan nada minor dari warga.hal itu terlihat kurang antusiasnya warga untuk mendapatkan air.Mereka terkesan apatis dan ingin agar air yang di bagikan langsung di distribusikan ke rumah- rumah. ” Kalo di bawa ke rumah – rumah kami mau pak,kan di sini kami sudah biasa di antarkan ke rumah oleh pedagang air,’ ujar salah seorang warga .

Meski pihak Perumda mengajak warga untuk mengambil air bahkan di umumkan melalui Toa Masjid,namun hanya beberapa warga saja yang mendatangi kapal.

Warga yang antuasias pun di dominasi ibu- ibu dan anak – anak karna kaum lelaki kebanyakan melaut.Mereka merapat ke badan Kapal menggunakan Perahu kecil serta membawa Jerigen air.

Sementara perahu lainya berjejer di sisi kiri- kanan dermaga menunggu giliran isi air.Selama berpuluh- puluh tahun warga Papagarang tidak pernah mendapatkan pelayanan air bersih dari Pemerintah. Kali ini mereka sangat gembira mendapatkan air dari pemerintah Manggarai Barat.

Tahun – tahun sebelumnya warga membeli air dari pedagang air dengan harga yang mahal.Satu drum seharga 30 ribu rupiah,ujar Mariam.

Beberapa Staf desa Papagarang mengatakan,Panjang dermaga hingga ke bibir permukiman sekitar 200 meter.Di perlukan 500 meter Selang untuk mencapai rumah warga.Kendala lain,banyak warga yang tidak memiliki wadah penampung air.

Pimpinan Rombongan Perumda,Leonardus Yance mengajak warga untuk sama- sama memikirkan hal tersebut supaya pendistribusian berikutnya tidak lagi mengalami hambatan.Ia pun meminta aparat desa Papagarang untuk membahas hal ini melalui musyawarah desa serta berkordinasi dengan Direktur Perumda Wae Mbeliling untuk sama – sama mencarikan solusi,ujar Leonardus.
( Frumens/ Syarifab/Hans)**

Leave a Reply

Your email address will not be published.