Menu Close

Pemkab Mabar Audiensi Dengan Kapolda NTT

Labuan Bajo, Kominfo mabar – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berupaya memperkuat sinergitas dengan jajaran Polda NTT terutama dalam hal perlindungan dan penegakan hukum (Gakkum) kepada masyarakat.

Bupati Edistasius Endi menyampaikan komitmennya dan mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda NTT dalam hal perlindungan dan penegakan hukum.

Kami berharap, untuk menunjang Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata super prioritas, Polri sebagai garda terdepan untuk menciptakan situasi kamtibmas di daerah ini .
Keamanan dan ketertiban menjadi keharusan yang harus di kedepankan dalam konteks daerah pariwisata .

“Mari kita bersinergi agar hal- hal yang tidak diinginkan tidak boleh terjadi di kabupaten ini .
Dukungan dari FKUB ( forum komunikasi umat beragama) yang telah dibangun agar terus dirawat dan pertahankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Labuan Bajo sebagai miniaturnya kemajemukan dinegeri ini dan miniaturnya NTT sejatinya terus selalu dijaga agar situasi kamtibmas bisa terwujud .

“Semoga sinergitas yang kita bangun dapat terus ditingkatkan di masa-masa mendatang,” ujar Bupati Edi saat menerima audiensi Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Jhony Asadoma,M.Hum,di Aula kantor Bupati ,Kamis (3/11/ 2022).

Bupati Edi juga menjelaskan, selama ini jajaran Kepolisian Resort Manggarai Barat (Polres Mabar) sungguh sangat di rasakan kehadirannya. Polres Mabar sudah memberikan kenyamanan, ketentraman dan kedamaian di Kabupaten ini.

Selain itu Bupati menyampaikan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manggarai Barat juga sangat baik, mengingat Labuan Bajo sebagai daerah yang majemuk, dan peran FKUB sungguh sangat baik.

Dalam Audiensi ini, Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Jhony Asadoma,M.Hum mengatakan, sebagai Kapolda baru dirinya ingin beraudiensi dengan Pemkab dan Forkopimda Mabar, untuk sharing dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif di Mabar dan Labuan Bajo.

Menurutnya, Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata super prioritas syarat mutlak agar bisa mendatangkan turis Internasional dan lokal adalah harus memberikan jaminan situasi yang aman dan tentram.

“Jaminan rasa aman dan tentram tentu bukan saja menjadi urusan polisi tapi butuh kerjasama dari semua pihak.Polisi hanya salah satu komponen saja.Kami butuh kerjasama dari semua komponen,” tandasnya.

Untuk menjaga kamtibmas dibutuhkan keterpaduan dan kerjasama dari berbagai pihak. Baik TNI, Pemerintah Daerah, FKUB, masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam audiensi tersebut Kapolda Jhoni juga menyampaikan sejumlah program kerja yang akan di lakukan di wilayah hukum Polda NTT ke depan.

“Tadi pagi sebelum ke sini, saya menyambangi siswa/i SMAK Loyola, menyampaikan pesan- pesan kamtibmas dan memotivasi mereka,” jelasnya.

Irjen Pol Drs. Jhony Asadoma, M. Hum, menambahkan,
Sebagai Kapolda baru dirinya perlu menyampaikan gagasan dan program kerja, agar mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas di kabupaten Manggarai Barat bisa terwujud dengab baik.

Hadir dalam audiensi tersebut Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi,,SE, Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M. Kes, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Organisasi Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Pimpinan Instansi Vertikal di Manggarai Barat,

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Labuan Bajo Shana Fatina, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Manggarai Barat Romo Ricard Manggu,Pr, Direktur Perusahaan Daerah Bidadari Werry Tan dan undangan lainnya bersama beberapa Camat.

Ada beberapa hal yang disampaikan peserta audiensi saat dialog dengan Kapolda. Diantaranya salah satu peserta audiensi, Stefanus Jemsifori (Sekwan DPRD Mabar) mengusulkan kepada Kapolda NTT, untuk memperioritaskan anak- anak NTT menjadi anggota Akpol.

“Selama ini putra NTT sangat minim masuk Akpol. Melalui forum ini kiranya Bapak Kapolda memperhatikan hal ini,” kata Stefan Jemsifori.

Kapolda NTT dalam tanggapannya mengakui hal itu. Dikatakan pihaknya juga mendapatkan masukan yang sama dari berbagai pihak.

“Selama ini memang dalam beberapa waktu terakhir minim anak lokal NTT masuk Akpol, termasuk tahun ini,’ katanya.

Atas permintaan dan masukan ini, pihaknya akan menyampaikan hal itu kepada Kapolri, agar memberikan pertimbangan untuk memperioritaskan anak anak NTT menjadi anggota Akpol.

Sedangkan berkaitan dengan beberapa persoalan tanah di Labuan Bajo, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Jhoni Asadoma,M. Hum mengatakan, pihaknya akan mempelajari hal itu .

“Masalah sengketa tanah, akan saya pelajari dan kami akan membicarakan hal itu dengan Kapolres dan Kasatreskrim” ujarnya.

(Hans-Tim IKP Kominfo Mabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.