Menu Close

Meletakkan Identitas Flores Pada Denyut Bunyi di Aksilirasi 2021

KOMINFO MABAR; 02 Maret 2021 Labuan Bajo – Aksilarasi (Aksi Selaras Sinergi) merupakan program pendampingan yang digagas Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan didukung penuh oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores.
Agenda ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang bertujuan untuk menjaring dan mengembangkan potensi kreatif lokal. Terdapat 5 sub sektor dalam kegiatan Aksilirasi yaitu musik, penerbitan, teater, tari, dan seni rupa.
Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina mengatakan, Program aksilirasi subsektor musik ini adalah bentuk inovasi dari produk budaya bermusik yang sudah dimiliki oleh destinasi Labuan Bajo-Flores, Senin (01/03/2021) di Hotel Theodor, Labuan Bajo.
Shana berharapan, inkubasi ini akan menghasilkan produk musik berkelas yang pada akhirnya orang mengenal Labuan Bajo bukan cuma komodo dan destinasi wisata nya, namun atraksi budaya seperti musik yang ditampilkan juga tentunya memesona. Kita akan manjakan wisatawan yang datang, mulai dari indra penglihatan sampai indra pendengarannya dengan musik kreatif kita yang tentunya berkelas.
”Sehingga citra Flores sebagai “The Singing Society” akan semakin terasa sejak pertama kali wisatawan menginjakkan kaki di tempat ini”, jelas Dirut BOPLBF.
Program pengembangan SDM ini pertama kali diselenggarakan pada November 2020 tahun lalu. Setelah dievaluasi dan dianggap cukup sukses, Aksilirasi kemudian disiapkan untuk kembali diselenggarakan pada tahun 2021 tentunya dengan agenda yang lebih menarik lagi.
Ada banyak karya kreatif luar biasa yang lahir dari program tahun sebelumnya. Flores Human Orchestra (FHO) dari sub sektor musik misalnya menelurkan harmoni nada baru yang sangat merdu dan enak didengar.
Sementara pada sub sektor yang lain seperti seni tari, Animal Pop Komodo merupakan produk kreatif seni gerak yang didesain bergaya modern. Penampilan mereka beberapa waktu lalu memukau Menparekraf Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain sebagai upaya pengembangan destinasi pariwisata berbasis masyarakat, metode pendampingan ini dirasa sangat cocok dan efektif. Langkah ini menjadi salah satu upaya serius pemerintah dalam mengembangkan destinasi super prioritas Labuan Bajo menuju destinasi super premium berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia.
Langkah taktis agenda selanjutnya dimulai dengan menginkubasi 46 peserta dari subsektor musik yang tergabung dalam grup Flores Human Orchestra. Inkubasi ini akan berlangsung selama 16 hari, dimulai sejak 1 Maret 2021.
Sub sektor musik yang telah memulai giatnya ini disiapkan untuk menghasilkan 12 karya yang nantinya akan dijadikan katalog musik. Produk ini rencananya akan dimainkan di destinasi wisata, maskapai penerbangan, bandar udara, dan area publik lainnya.
Hendrikus Hardi, meluapkan kegembiraannya ketika mengetahui program Aksilirasi dari Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif kembali dilaksanakan tahun ini. Bersama teman – temannya dari sub sektor musik, mereka menyambut dan merayakan acara pembukaan program yang diselenggarakan di Hotel Theodor, Labuan Bajo tersebut.
“Sebagai masyarakat Labuan Bajo, adanya kegiatan aksilarasi ini membuat kami merasa dilibatkan, berjalan beriringan dengan kemajuan Labuan Bajo. Bukan sebagai penonton melainkan sebagai pelaku utama. Bagi saya pribadi, selain kemampuan saya makin terasah, saya bangga menjadi bagian dari pengembangan pariwisata ini. Harapannya atraksi yang kami tampilkan nantinya menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung,” ucap Hendrikus Hardi
(Mckabmanggaraibarat/Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.