Menu Close

HARI JADI MANGGARAI BARAT MOMENTUM KONTEMPLASI

LABUAN BAJO – Momentum Hari Jadi hendaknya dapat dimaknai sebagai sakralisasi dari sebuah proses pembentukan suatu organisasi atau pemerintahan, sehingga dapat dipakai sebagai pemantik atau simbol spirit untuk memantapkan komitmen perjuangan, khususnya dalam membangun Manggarai Barat.

Peringatan hari ulang tahun harus disikapi secara arif, mendalam dan bijaksana, sekaligus sebagai refleksi evaluasi bagi generasi sekarang untuk melanjutkan perjuangan pembangunan di masa depan.

Acara yang mengusung tema ”Mewujudkan Labuan Bajo sebagai kota bhineka tunggal ika dan bersahabat, bersih, sehat, indah dan bermartabat. Tema tersebut sangat pas dengan kondisi di Labuan Bajo, kota majemuk terdiri dari pelbagai perbedaan suku, agama, budaya dan ras, kata Bupati Drs. Agustinus Ch.Dula, saat menjadi inspektur upacara pada peringatan hari jadi Kabupaten Manggarai Barat ke-16 yang berlangsung di pantai Pede, Senin, (25/2/2019).

Tema tersebut menunjukkan komitmen Labuan bajo sebagai kota destinasi dunia,kota bhineka tunggal ika dan kota pesona harus selalu bersih, rapih, aman, harmonis dan bermartabat.

"Mari kita bergandengan tangan membangun kebersamaan dalam harmoni untuk kemajuan kabupaten Manggarai Barat. Melalui kebersamaan kita mampu menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi, harap Gusti Dula.

Perjuangan pembentukan Kabupaten  Manggarai Barat memiliki rangkaian sejarah panjang. Perjuangan yang mengesankan dari seluruh lapisan masyarakat.

Untuk menghormati, melestarikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Manggarai Barat, perlu diperingati hari jadi yang menjadi titik awal berdirinya Kabupaten Mabar sebagai daerah otonom guna mengenang, menghayati dan menanamkan rasa cinta pada tanah air khususnya Kabupaten Mabar, kata Bupati Gusti Dula.

“Kita harus  memberikan apresiasi dan rasa hormat kepada  semua pihak yang telah berjuang membentuk Kabupaten ini,” ujar Bupati Gusti Dula.

Adapun peristiwa penting terkait pembentukan kabupaten Manggarai Barat, diantaranya pertama sidang paripurna  DPR MPR RI  tanggal 27 januari 2003 telah mengesahkan beberapa rancangan undang-undang pemekaran  kabupaten  kota,  tanggal 25 Februari 2003 lahirlah Undang-Undang No. 8 tahun 2003 yang di tetapkan oleh DPR/MPR RI  secara administratif di berikan penomoran dan di tanda tangani  oleh presiden  Megawati.

Selanjutnya 17 juli 2003 Mendagri Hari Soebarno meresmikan kabupaten Manggarai Barat di Labuan  Bajo.

Meskipun   penetapan dilakukan oleh DPR RI  pada tanggal 27 januari, UU pembentukan Kabupaten baru berkekuatan hukum stelah disahkan presiden pada tanggal 25 Februari untuk selanjutnya  di resmikan mendagri tanggal 17 juli di Labuan Bajo.

Menurut Bupati, ketiga tanggal tersebut merupakan  peristiwa penting dan pelaku penting  diantaranya DPR, Presiden dan Mendagri  yang saling berkaitan.

Dikatakanya melalui proses pembahasan resmi dengan DPRD Manggarai Barat,maka lahirlah Perda No. I tahun 2012 tentang hari jadi Kabupaten Manggarai Barat.

Perda ini bertujuan untuk menunjukkan rasa cinta kita terhadap kabupaten Manggarai Barat serta menjadi dasar dalam melakukan peringatan hari ulang tahun setiap tahunnya.

Gusti Dula menambahkan, penetapan hari bersejarah ini untuk menghargai nilai-nilai perjuangan pembentukan Kabupaten Manggarai Barat serta penyelenggaraan tertib administrasi pemerintahan dan terjaminya identitas daerah, ujarnya.

25 Pebruari 2003 merupakan hari besejarah sehingga layak diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Manggarai Barat NTT. Semoga peringatan hari jadi ini menjadi momentum yang efektif bagi kita untuk terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, menggelorakan semangat kebersamaan untuk bersama-sama membangun kabupaten bhineka tunggal ika dan bersahabat, bersih, sehat, indah dan bermartabat" kata Bupati Gusti Dula.

Turut hadir dalam upacara tersebut antaralain, Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong Ph.D, Sekda Mbon Rofinus SH, para Tokoh Pejuang Manggarai barat, unsur Forkompimda, tokoh Agama, tokoh lintas Agama, tokoh Masyarakat, Pimpinan OPD.

Sementara peserta upacara terdiri dari TNI, POLRI, ASN, utusan Siswa siswi SD, SMP, SMA se-kota Labuan Bajo, Paguyuban, LSM, karyawan BUMN dan BUMD.

Upacara Kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Perayaan puncak hari jadi Kabupaten Manggarai Barat tahun ini berlangsung di Pante Pede, selain udara Laut yang sejuk, juga kesannya menyenangkan karna semua peserta khususnya ASN dan tenaga honor daerah, mengenakan motif songke berupa baju songke dan sarung songke serta topi re’a untuk laki-laki dan baju songke untuk perempuan disertai selendang dan balibelo.

Pakaian yang dikenakan itu lengkap dengan celana, rok, aksesoris dan songketnya.

Terlihat seluruh pegawai mengenakan pakaian motif songke.

Pemandangan di Pante Pede selama prosesi Upacara puncak peringatan tampak bewarna dengan para pegawai menggunakan pakaian motif songke berwarna warni. (Hans)

 

Sumber : Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published.