Menu Close

Dirjen Gakkum KLHK Resmikan Operasional Speed Boat, Kapal dan Pos Gakkum di Labuan Bajo

LABUAN BAJO, Kominfomabar – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum KLHK) resmi membuka Pos Gakkum dan sarpras pendukung kegiatan Operasional berupa Speed Boat G-Komodo 1 dan Kapal Badak Laut 01, Kamis (19/12) di terminal penumpang Dermaga Pelni KUPP Labuan Bajo Manggarai Barat.

Peresmian ditandai dengan pemukulan Gong dan Penandatangan Dokumen peresmian Operasional Kapal oleh Dirjen Gakkum Kementrian LHK Rasio Ridho Sani turut mendampingi Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong Ph.D dan Forkompimda Manggarai Barat.

Keberadaan pos Gakkum KLHK dan sarana pendukungnya di Labuan Bajo adalah upaya Ditjen Gakkum KLHK untuk mendukung keberadaan Taman Nasional Komodo dari berbagai ancaman dan gangguan yang bisa mengancam gangguan ekosistem, baik yang ada didarat maupun yang ada dilaut.

Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong Ph.D (Wabup Maria) dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas peresmian Operasional Speed Boat G-Komodo 1, Kapal Badak Laut 01 dan Pos GAKKUM LHK di Labuan Bajo.

Wabup Maria menambahkan bahwa dengan beroperasinya Speed Boat G-Komodo 1 dan Kapal Badak Laut 01 serta keberadaan Pos Gakkum di Labuan Bajo sangat membantu menjaga kelestarian ekosistem Komodo dan habitat laut yang berada dikawasan TNK khususnya dan wilayah Manggarai Barat pada umumnya.

“Kita ketahui bersama bahwa Komodo adalah keajaiban dan warisan dunia yang harus selalu kita jaga bersama ekosistemnya, tapi dengan keberadaan speed boat dan kapal Badak memberikan jawaban atas ketakutan dan kekhawatiran kita akan ancaman dan gangguan terhadap Komodo serta memberikan rasa aman pada wisatawan yang berkunjung di Labuan Bajo,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bakkum KLHK Rasio Ridho Sani (Rasio Ridho) saat peresmian menyampaikan bahwa keberadaan pos Gakkum dan sarana pendukungnya adalah untuk mendukung upaya pemerintah dalam melestarikan dan menjaga TNK dari berbagai ancaman kerusakan ekosistem kawasan.

Selain itu dikatakan Rasio Ridho bahwa sebagai kawasan yang terletak di sabuk wallacea dengan berbagai macam kekayaan flora dan fauna yang khas yang didiami baik hewan Komodo maupun sekitar 1.000 spesies ikan, 260 lebih spesies karang, lumba-lumba, paus dan juga penyu.

Yang menandakan bahwa kawasan ini merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Sehingga upaya yang dilakukan oleh oknum yang mencoba merusak eksistensi kawasan harus dicegah dan diproses hukum.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Selain proses hukum yang tegas peran masyarakat dalam mengawasi kejahatan lingkungan merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk mencegah dan menjaga kedaulatan lingkungan dan Kehutanan dikawasan TNK dan sekitarnya.

(Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.