Menu Close

Bupati Manggarai Barat Apresiasi TGC Kewaspadaan Covid-19

LABUAN BAJO, Kominfomabar – Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula (Bupati Gusti) mengapresiasi apa yang sudah dilakukan tim Gerak Cepat Kewaspadaan Covid19 sebagai komitmen guna tetap menjaga daerah dan Kepariwisataan Labuan Bajo.

“Saya berterimakasih atas apa yang sudah dilakukan oleh tim ini, untuk kewaspadaan dan pencegahan perlu keterlibatan semua pihak dan berkoordinasi secara baik

guna menjaga daerah dan kepariwisataan daerah kita ini,” katanya pada Rapat Koordinasi lanjutan Tim Gerak Cepat (TGC) Kewaspadaan Menghadapi Novel Coronavirus (Covid-19) dan dirangkaikan dengan rapat Deman Berdarah (DBD) di Aula Setda Manggarai Barat, Senin (09/03).

Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakor pertama yang merekomendasikan dibentuknya Tim Gerak Cepat Kewaspadaan Covid-19 yang dipimpin langsung Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong Ph.D beberapa waktu lalu.

Bupati Gusti dihadapan peserta Rakor yang dihadiri seluruh pihak terkait berharap rapat ini bisa menjadi acuan dalam melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi infeksi Novel Coronavirus (COVID-19) dan pencegahan serta penanganan Kasus Demam Berdarah.

“Saya menghimbau agar dilakukan pemeriksaan terhadap para penumpang di kapal asing yang masuk ke Labuan Bajo serta meningkatkan kewaspadaan dalam rangka menjaga stabilitas pariwisata di Labuan Bajo. Untuk menghindari Demam Berdarah (DBD) bupati juga menghimbau agar masyarakat bisa menjaga kebersihan,’ pungkas bupati dua periode tersebut

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat (Dinkes Mabar) Paulus Mami sekaligus ketua tim TGC menjelaskan bahwa tim telah melakukan beberapa langkah strategis guna pencegahan covid19 diantaranya, rapat persiapan sektor kesehatan tanggal 17 Februari 2020, rapat Kordinasi tingkat OPD tanggal 25 Februari.

“Tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil rapat persiapan tersebut, kami sudah menyusun anggaran untuk kewapsdaan dan beberapa hari yang lalu diminta oleh DPR untuk mengajukan anggraan tersebut dan SK TGC sudah ditetapkan dan sudah disebarkan secara langsung dan melalui media WAG,” jelasnya

Tanggal 2 Maret 2020 lanjut Kadis Paul, kami sudah mengundang Puskesmas Labuan Bajo untuk sosialisasi pedoman dan sosialisasi kegiatan yang perlu dilakukan oleh Puskesmas
Pemasangan Spanduk pencegahan Covid 19 di Langka Kabe, Bandara dan Pelabuhan dan kampanye melalui media sosial melalui akun FB, IG Dinkes Mabar.

Kadis menegaskan tim juga Sudah menyampaikan kepada seluruh Puskesmas untuk mempersiapkan kondisi lapangan sesuai pedoman Covid 19 Pelatihan Tenaga Survailance tangal 12-13 Maret 2020 untuk melakukan kegiatan Pemnatauan dan Pengawasan di Puskesmas dan Rumah sakit, tegasnya.

Yang akan terus dan harus dilakukan guna pencegahan adalah, membangun kepercayaan diri petugas di lapangan untuk melayani masyarakat dan tidak perlu khawatir yang berlebihan dalam upaya kesiapsiagaan Covid 19 namun tetap waspada dan melayani sesuai SOP yang ada.

Selanjutnya kampanye secara massif dan terus menerus tentang upaya pencegahan Covid 19 baik secara langsung oleh Puskesmas-puskesmas maupun melalui Media sosial pada akun resmi FB, IG Dinkes Mabar dengan menghimbau, makan dengan Gizi yang seimbang, rajin Olahraga dan istirahat yang cukup, jaga Kebersihan Lingkungan, CTPS.

Tidak Merokok, gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan tangan, minum air minimal 8 gelas perhatian, makan Makanan yang di masak sempurna dan jangan makan daging dengan berpotensi menularkan, bila demam dan sesak nafas segera ke Fasyankes serta jangan Lupa Berdoa, pungkas Kadis Kesehatan Paulus Mami.

Di tempat terpisah sebagaimana termuat dalam laman resmi setkab.go.id, Senin (9/3), Juru Bicara (Jubir) Penanganan Wabah Virus Korona (Covid-19), Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa jumlah kasus yang terkonfirmasi positif terkena Covid-19 sebanyak 19 orang di Indonesia.

“Ini adalah penjumlahan dari yang sudah kita rilis di awal, pasien Nomor 1 sampai dengan Nomor 6, hari ini saya menyampaikan Nomor 7 sampai dengan Nomor 19,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto, saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Senin (9/3).

Awal tahun 2020 infeksi Novel Coronavirus (COVID-19) menjadi masalah kesehatan yang mendunia. Kasus Corona Virus diawali dengan informasi dari Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) akhir 2019 lalu yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Kasus ini terus menyebar dan akhirnya diketahui bahwa penyebab klister pneunomia ini adalah Novel Coronavirus (COVID-19). Kasus ini terus berkembang dan menyebar masuk ke Indonesia, hingga adanya laporan kasus kmatian dan terjadi importasi di luar China. Pada 30 Januari WHO menetapkan bahwa COVID-19 sebagai “Kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia”.

(Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.