Menu Close

Bupati Mabar Narasumber pada Acara Live OBSI TVRI Nasional

Labuan Bajo, Kominfo Mabar – Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE menjadi salah satu Narasumber pada acara Obrolan Siang (OBSI) yang disiarkan secara langsung stasiun TVRI Nasional pada Kamis (29/12) live pada jam 15.00 – 16.0p WITA di ballroom hotel Maruoarah Labuan Bajo

OBSI juga menghadirkan Narasumber ketua DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar, A.Md, Ketua PHRI Manggarai Barat Silvester Wanggel dan juga Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vincensius Jemadu yang bergabung melalui zoom.

OBSI edisi Labuan Bajo mengangkat tema “Menatap Masa Depan Labuan Bajo” dan di pandu penyiar TVRI Nasional Maya. OBSI merupakan mata acara di TVRI Nasional yang mengetengahkan berbagai materi berisikan optimalisasi Daerah dan kebijakan yang diambil dalam mengatasi persoalan dan tantangan di tingkat daerah.

Untuk diketahui OBSI dibahas dalam dialog berdurasi total 60 menit dan disampaikan secara santai dengan narasumber yang berkompeten dalam membahas tema atau topik.

Acara Obrolan Siang (OBSI) menjadi acara yang dapat menjembatani kepentingan dan harapan public atas berbagai keinginan serta kebutuhan yang dapat dilakukan pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Bupati Mabar Edistasius Endi dalam paparannya mengatakan kawasan wisata Labuan Bajo sudah banyak dikenal sebagai destinasi wisata premium Nasional. Binatang purba Komodo dan gugusan pulau menjadi daya Tarik unggulan.

“Komodo tetap menjadi daya tarik utama
pariwisata Labuan Bajo, dimana menjadi binatang purba yang masih ada dan menjadi salah satu keajaiban dunia untuk flora dan fauna dan hanya ada di Kabupaten Manggarai Barat, selain itu labuan bajo juga menawarkan daya tarik lainnya seperti daya tarik bawah laut, dimana ada
beranekaragam flora dan fauna bawah lautnya, diataranya bisa melihat ribuan manta/ pari dalam musim tertentu dan terfokus di satu tempat saja sehingga disebut manta point dan manjadi daya tanik utamanya,” ungkap Bupati

Bupati juga menyampaikan selain daya tarik alam, ada juga daya tarik dari sisi budaya yang menjadi khas Manggarai Barat, diantaranya yang paling terkanal adalah tarian caci dan ada nitus budaya lainnya yang menjadi daya tanik wisatawan.

“Kami memiliki 96 desa wisata yang bisa menjadi tujuan wisata selain TNK yang menawarkan daya taik alam dan budaya, selain itu Juga ada pesona alam seperti di pulau padar yang sangat menarik dan intagramable disamping itu juga ada Pink Beach dimana pasir pantainya tidak sama dengan pasir di pantai lain,” imbuhnya

Dijelaskannya hal- hal tersebut diatas dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, terbukti data kunjungan setiap tahunnya bertambah kecuali untuk masa pendemi covid-19 sejak tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dan sangat signifikan, data kunjungan tahun 2018: 163.054, tahun 2019: 256. 609, tahun 2020: 44.505, tahun 2021: 60.439, dan tahun 2021 sampai dengan november: 168.989 kunjungan

Disebutkan Labuan Bajo Mabar memiliki daya tarik bawah laut yang sangat bagus, dan paling banyak diminati wisatawan

“ini dibuktikan, wisatawan yang datang lebih banyak yang berminat ke daya tarik wisata bawah lautnya, banyak wisatawan yang datang untuk ragam, juga ada manta point dimana wisatawan bisa melihat manta/ pari. ada ribuan ekor pada musin tertentu dan terfokus serta tidak ada di tempat lainnya),” jelas bupati

Bupati bumi Komodo tersebut menyebutkan pengembangan sektor kelautan kedepannya yang menjadi fokus pemerintah daerah adalah pengembangan di sektor pariwisatanya terutama daya tarik bawah lautnya, selain itu untuk sektor perikanan sebagai sumber pendapatan bagi
nelayan dan juga untuk menjawab kebutuhan konsumsi masyarakat

“memang kewenangan kita agak terbatas, dimana regulasi membatasi kewenangan pemerintah kabupaten NOL Mile dan sisanya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi dan juga dibatasi oleh kewenangan Balai Taman Nasional Komodo dalam hal konservasi, karena keterbatasan diatas kita berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Balai Taman Nasional Komodo dalam pengembangan kedepannya,” ungkap Bupati Mabar

Dijelaskannya kebijakan Pemda dalam mengakselarasi regulasi seiring meningkatnya kunjungan wisatawan adalah dengan menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Barat Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah, untuk menjadi pedoman pengembangan kepariwisataan di Kabupten Manggarai Barat Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Barat tentang Kepariwisataan Daerah,

Kemudian penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Barat Nomor 11 tentang Rencana Tata Ruang mendorong kelancaran inve stasi dalam rangka pengembangan pariwisata berbasis tata ruang dan wilayah di Kabupaten Manggarai Barat.)

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sangat berterimakasih kepada pemerintah pusat atas ditetapkanya Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas, dimana banyak sekali proyek pusat yang dilaksanakan di Labuan Bajo dalam rangka mendukung perkembangan pariwisata di Labuan Bajo.

Pemerintah daerah SIAP menfasilitasi segala keperluan pemerintah pusat yang menjadi kewenangan pemerintah daerah terkait kelancaran pelaksanaan proyek pusat yang dilaksanakan di Labuan Bajo,” tegasnya

Dijelaskannya juga UMKM bertumbuh pesat sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Kita Tahu Pariwisata tanpa Oleh2 ibarat Sayur tanpa Garam. Dari 7662 an Pelaku UMKM masih didominasi oleh umkm d sektor Hulu (Pertanian, Petemakan, Perikanan) 60%, Perdagangan dan Jasa lainnya 25%, Kriya dan Kuliner 7%.

Saat ini dan kedepannya sektor Kriya dan kuliner akan bertumbuh pesat selain karena antuSiasme masyarakat dukungan kementrian kop ukm melalui pembangunan PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) sebagai Rumah Ingkubasi UMKM TA. 2022 dan akan dibangun tahun depan Rumah Produksi Bambu mendorong kemajuan sektor Kriya di Manggarai Barat.

Berbagai usaha peningkatan kapasitas terus dilakukan pemerintah daerah melalui OPD-OPD teknis melalui pelatihan dan sejenisnya. Untuk penginapan, ada 113 hotel, restaurant ada 33, kafe ada 25, Rumah Makan ada 100 serta jasa boga/catering ada 2, kapal wisata ada 481 unit, dan usaha spa ada 6)

Pelibatan masyarakat dalam kemajuan sektor Pariwisata Labuan Bajo. Menur bupati MABAR BANGKIT MENUJU MABAR MANTAP adalah Mengembangakan Pariwisata secara berkelanjutan dan Inklusif sebagai penggerak utama Ekonomi, dimana konsep Community Based Tourism itu benar-benar telaksana yang mana masyarakat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat dari aktivitas pariwisata itu sendiri serta mencakup semua lapisan masyarakat termasuk kelompok- kelompok rentan atau kelompok marginal

“saat ini kami mengembangkan 96 desa wisata yang menjadi alternatif daya tarik lainnya selain Taman Nasional Komodo, yang didalamnya melibatkan Kelompok-kelompok Sadar Wisata serta UMKM. Sudah banyak pelatihan dalam rangka meningkatkan kapastias sumber daya manusia terutama terkait ekonomi kreatif dilaksanakan baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah pusat,” kata Bupati ujung barat pulau Flores tersebut

Aspek pelestarian lingkungan tidak dapat dilepaskan dari masa depan Wisata Labuan Bajo. Lestarinya lingkungan menjadi hal utama dan menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan tertuang dalam salah satu visi yaitu: Meningkatkan Kualitas dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur yang berbasis kelestarian lingkungan,

“pembangunan yang masif di Manggarai Barat baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun pihak swasta harus tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Pengendalian sampah di darat menjadi perhatian serius dan juga merawat ekosistem bawah laut harus dilakukan, menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah dan pelestarian biota laut serta terumbu karang yang ada,” pungkas bupati Edistasius Endi

(Syarif ab – Tim IKP Kominfo Mabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *