Menu Close

Bupati Edi : Jadikan Bumdes Sebagai Lokomotif Pergerakan Ekonomi Rakyat di desa

Labuan Bajo, Kominfo Mabar-Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE mengatakan Para Kepala Desa (kades) harus mampu menjadikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai lokomotif pergerakan ekonomi rakyat yang ada di desa.

Hal ini disampaikan Bupati Edi saat melantik 2 (dua) kepala Desa di Kecamatan Welak yaitu Kepala Desa Gurung, Jerisianus Regorian Tas, S.Pd yang dilantik di Norang Desa Gurung dan Kepala Desa Orong, Stefanus Hadur, S.Pd yang dilantik di Orong Kecamatan Welak, Selasa (08/11).

Menurut Bupati Edi Bumdes bisa menjadi solusi peningkatan ekonomi masyarakat di desa. Dirinya meyakini bahwa ketika Bumdes diurus dengan baik perekonomian masyarakat akan meningkat dan masalah kemiskinanpun di desa bisa diatasi.

“jadikan Bumdes sebagai lokomotif pergerakan ekonomi rakyat yang ada di desa. Dengan adanya Bumdes yang dikelola dengan baik masalah kemiskinan di desa bisa diatasi”, ungkapnya.

Dikatakan Bupati Edi, bahwa masalah kemiskinan masih menjadi momok dan untuk mengentas kemiskinan. Maka perlu adanya kerjasama lintas sektor dan harus menjadi perhatian serius para Kades.

Untuk itu, Bupati Edi menegaskan bahwa Dana Desa yang dialokasikan dari Transfer pusat ke daerah dimaksimalkan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat dengan Bumdes sebagai Lokomotifnya.

“Dana Desa yang dialokasikan dari Transfer pusat ke daerah bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat melalui penyertaan modal kepada Bumdes”, ucapnya.

Dijelaskan Bupati Edi, bahwa Bumdes bisa mengelola banyak jenis usaha seperti menjadi pengecer pupuk subsidi. Disamping itu hasil pertanian para petani bisa ditampung di bumdes kemudian dijual ke Pasar, ke restoran atau hotel di Labuan Bajo.

“Bumdes akan kita dorong untuk menjadi distributor pupuk bersubsidi di desa, selain itu kita akan mendorong bumdes untuk menampung hasil peternakan, pertanian atau perkebunan para petani untuk dikirim dan dijual baik ke Pasar ataupun disuplai ke restoran maupun hotel di Labuan Bajo. Jangan dijual sendiri-sendiri”, ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Edi juga menghimbau kepada masyarakat desa agar gemar beternak dan berkebun. Hal ini dikatakan Bupati Edi dalam rangka terbentuknya rantai pasok kebutuhan industri pariwisata Labuan Bajo.

“Tentunya kita tidak rela untuk menjadi penonton ditengah pesatnya industri pariwisata kita. Kita tidak boleh menjadi penonton ditanah kita sendiri. Saatnya kita bangun dari keterpurukan dalam sisi perekonomian,” tegasnya.

Bupati mengajak masyarakat dari sekarang ‘ weri, weri dan weri'(tanam, tanam dan tanam). Weri Ute, Ngurus, Muku, Bawang, Tomat, Padut, dll. (tanam Sayur, Lombok, Bawang, Tomat, Pepaya, dll). Piara Japi, Ela, Mbe, Manuk, dll (Pelihara, Sapi, Babi, Kambing, Ayam, dll).

“Ini sebagai upaya membentuk yang namanya rantai pasok. Biar keberadaan industry pariwisata kita dirasakan manfaatnya oleh masyarakat”, tambahnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Edistasius Endi menjelaskan apabila Bumdes dikelola dengan baik maka masalah kemiskinan di desa sangat mudah diatasi. Kalau masalah kemiskinan diatasi maka masalah stuntingpun bisa diatasi, sebab masalah kemiskinan sangat dekat dengan masalah stunting.

Hadir dalam Pelantikan ini Wakil Ketua 1 DPRD Manggarai Barat Darius Angkur, Kasat Pol PP Stefanus Salut, Kepala Kesbangpol Fransiskus Partono, Kadis Kominfo Paulus Setahu, Kadis Dukcapil Valentinus Andi, Kadis Kepala Dinas Cipta Karya, Sumber Daya Air Dan Tata Ruang Severinus Kurniadi,

Sekretaris Dinas PMD Adi Gunawan, Kabag Umum Fan Nambut, Kabag Prokopim Rafael Guntur, Camat Welak Avelinus Joni, Sekcam Welak Beny Tarto, unsur Forkopimcam Kec. Welak, Tokoh Pendidik, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

(Tian-Tim IKP Kominfo Mabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.