Menu Close

BPS Mabar Launching SP2020 Online

LABUAN BAJO, Kominfomabar – Sensus Penduduk 2020 (SP2020). 15 Februari 2020, merupakan tahap paling penting dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, yang diawali Sensus Penduduk Online (15 Februari s.d 31 Maret 2020) dan dilanjutkan Sensus Penduduk Wawancara (1-31 Juli 2020).

Demikian dikatakan Kepala BPS Manggarai Barat Yosef Danu pada saat Launching SP2020, Sabtu (15/2), di Halaman Siloam Hospitals Labuan Bajo Manggarai Barat.

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan dukungannya pada Pencanangan Pelaksanaan SP2020 di Istana Negara pada tanggal 24 Januari yang lalu.

Presiden bahkan secara langsung memerintahkan kepada semua kementerian dan lembaga termasuk Pemda, untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan SP2020.

Launching SP2010 ini merupakan momentum yang penting untuk bersama-sama meluruskan niat dan menyatukan derap langkah untuk menyukseskan Sensus Penduduk 2020.

“Kekhawatiran dan ketegangan sudah pasti ada. Namun, kita harus optimis bahwa dengan persiapan yang begitu matang, kita akan mampu melaksanakan SP2020 sesuai dengan jadwal yang ditentukan, mengatasi permasalahan yang mungkin muncul di lapangan, dan mencapai target yang telah ditetapkan,” harapnya

Bagi penduduk yang belum mengikuti SP Online akan didatangi petugas sensus untuk melakukan Sensus Penduduk Wawancara dengan menggunakan HP atau tablet atau kuesioner kertas selama Juli 2020.

Alamat website untuk SP2020 secara online dengan mengakses web sensus.bps.go.id. Periode Sensus Penduduk Online (SP Online) ini dimulai pada 15 Februari-31 Maret 2020.

Penduduk dapat menggunakan perangkat yang terhubung dengan internet dengan menyiapkan dokumen berupa Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga yang digunakan masuk ke halaman web BPS tersebut.

“Tujuan sensus penduduk ini adalah menyediakan data, jumlah, komposisi, distribusi, dan karakterisitik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia, kemudian mendapatkan parameter demografi yang akan digunakan untuk proyeksi penduduk untuk 20-30 tahun mendatang,” dia menjelaskan

Data penduduk yang dihasilkan melalui SP2020, merupakan data dasar yang dapat digunakan untuk membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya.

“Mari kita sukseskan sensus penduduk tahun 2020, bersama-sama kita menuju Satu Data Indonesia. SP2020 Mencatat Indonesia,” ujarnya. (Syarif ab)

(Syarif ab)

Leave a Reply

Your email address will not be published.