Menu Close

BAKTI Kominfo Gelar Martabak Edisi Pemred Bersama Menteri Kominfo di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Kominfo Mabar – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kegiatan Mari Cerita Tentang BAKTI (Martabak) bersama Menteri Kominfo Johnny G Plate.

Martabak diikuti oleh 18 Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Nasional di Ayana Hotel Labuan Bajo, Sabtu (14/08)

Visi Pemerintah pada tahun 2045 adalah Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar kelima

“guna mewujudkan Visi tersebut, kita perlu mengoptimalisasi berbagai tren dan peluang penting yang muncul untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah adopsi Teknologi Informasi dan Digital,” ungkap Dirut BAKTI Anang Latif saat memberikan sambutan kegiatan Martabak edisi Pemred bersama Menteri Kominfo

Anang menjelaskan hal ini sejalan dengan berbagai studi yang menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki potensi Ekonomi Digital yang luar biasa. “Indonesia diakui sebagai ‘negara dengan posisi yang baik untuk menjadi the next digital-hub di Asia Tenggara’,” ungkap Anang.

Valuasi ekonomi digital Indonesia jika dilihat berdasarkan Gross Merchandise Value diperkirakan sekitar 70 miliar dolar AS di tahun 2021 dan akan menjadi 146 miliar dolar AS pada tahun 2024. Menurutnya dengan percepatan transformasi digital, valuasi ekonomi digital Indonesia pada tahun 2030 bahkan bisa mencapai 330 miliar dollar AS.

Ia juga menuturkan potensi pertumbuhan ekonomi digital ini tidak terbatas di area perkotaan saja. Ada potensi pergeseran pertumbuhan ekonomi digital dari kota metropolitan ke daerah non-metropolitan. Anang meyakini ekonomi digital di daerah non-metropolitan diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat pada tahun 2025 dan semakin memperbesar ekonomi digital Indonesia.

BAKTI sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Kominfo, telah mengupayakan banyak hal untuk mengoptimalisasi peluang tersebut, khususnya di daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (3T).

BAKTI telah mengerjakan berbagai proyek infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), baik yang di darat seperti Base Transceiver Station (BTS) dan Akses Internet, serat optik Palapa Ring yang melintasi laut, maupun layanan satelit yang berada di luar angkasa.

Saat ini BAKTI telah menyediakan infrastruktur BTS di 1.682 lokasi dan melakukan upgrade layanan ke 4G. BAKTI juga sedang menuntaskan kebutuhan sinyal 4G di 9.113 desa/kelurahan melalui penyediaan BTS 4G di 7.904 lokasi

Layanan Akses Internet telah disediakan di 15.878 lokasi layanan, dengan proporsi terbanyak digunakan untuk layanan pendidikan, kantor pemerintahan, dan pelayanan kesehatan.

Untuk Palapa Ring, sebagai jaringan tulang punggung yang telah dibangun sepanjang 12.229 KM, telah menghubungkan 57 Kabupaten/ Kota. Rencananya, BAKTI akan meningkatkan utilitas dan resiliensi Palapa Ring ini dengan menambahkan serat optik yaitu Palapa Ring Integrasi sepanjang 11.258 KM.

Sedangkan untuk satelit, BAKTI tengah menyiapkan SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps yang direncanakan akan meluncur pada kuartal kedua tahun 2023. Satelit SATRIA-1 ini akan memiliki backup, yaitu Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas 80 Gbps yang disiapkan untuk meluncur juga pada kuartal kedua tahun 2023.

“Kedepannya, BAKTI akan meluncurkan SATRIA-2 untuk mencukupi kebutuhan kapasitas satelit, dimana SATRIA-2 akan hadir dengan kapasitas 300 Gbps,” tuturnya

Dijelaskan BAKTI tidak hanya menyediakan infrastruktur TIK, tetapi juga mengupayakan pemanfaatan maksimal dari infrastruktur yang ada, melalui penyediaan solusi ekosistem, seperti pada ekosistem di sektor pendidikan, literasi digital, kesehatan, pariwisata, UMKM/e-commerce, dan e-government.

“Kami menyadari, penyediaan infrastruktur dan solusi ekosistem ini memerlukan sinergi dengan berbagai stakeholders, seperti Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Industri Telekomunikasi, Start-up, Komunitas dan Masyarakat Daerah,” imbuhnya

Karenanya lanjut Anang BAKTI akan terus proaktif dalam melakukan pembangunan dan sinergi yang diperlukan ini, agar visi utama BAKTI dapat terwujud, yaitu menjembatani kesenjangan digital untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Hadir pada kegiatan Martabak Edisi Pemred Anatar lain para Direktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemimpin Redaksi dari berbagai media Anatar lain Media yang hadir: Metro Tv, Harian Kompas, Kompas.com, Kompas Tv, Tempo, Investor Daily, Beritasatu.com, CNN Indonesia, CNBC, Media Indonesia, Bisnis Indonesia, Liputan6.com, MNC Media, Kontan, Tribun News, Antara News, RRI.

(Syarif ab – Tim IKP Kominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published.