Menu Close

Antisipasi COVID19, Wabup Maria Geong Bentuk Tim Kerja!

LABUAN BAJO, Kominfomabar – Wakil Bupati Maria Geong, membuka Rapat Koordinasi Kewaspadaan Novel Corona Virus atau Corona Virus Dissess (COVID19) di Ruang Rapat Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (25/02) Siang.

Usai mengadakan konferensi pers HUT Mabar ke-17, Pemerintah setempat mengadakan rapat koordinasi dalam rangka menyikapi situasi yang mwnggemparkan dunia dengan merebaknya Novel Corona virus di China

dan sejumlah negara di Asia yang ikut terpapar Virus mematikan ini.

Dalam rapat itu, Wakil Bupati Maria Geong menjelaskan, seiring dengan terus meningkatnya jumlah korban yang meninggal dunia di China akibat novel corona virus, pemerintah Indonesia juga meningkatkan upaya pencegahan, termasuk memastikan berjalannya proses pendeteksian virus yang memadai. Tak terkecuali di Kabupaten Manggarai Barat sebagai pintu gerbang wisatawan dari berbagai negara menuju Pulau Rinca, Komodo dan Padar.

“Kekhawatiran kita menjadi sangat tinggi karena Indonesia berada diantara dua benua Asia dan Afrika dan merupakan jalur transit penerbangan dari dan ke berbagai negara di Asia. Karenanya, perlu untuk diantisipasi secara dini”, Ungkap Wabup Maria.

Selain itu kata dia, Labuan Bajo sebagai salah satu daerah destinasi wisata super premium, merasa perlu untuk melakukan pengawasan serta pengamanan extra terhadap merebaknya wabah COVID19 agar tidak masuk ke Kabupaten ujung barat pulau Flores itu.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah upaya promotif dalam rangka membangun kesepahaman pada masyarakat akan penyebaran virus ini. Bagaimanapun kata Wabup Maria, ini merupakan tugas pemerintah untuk memberi informasi seluas -luasnya mulai dari tindakan preventif hingga gejala paparan virus yang mematikan itu”, terangnya.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi masuknya penularan virus Corona sudah ditempatkan 1 unit therma scanner di Bandara Komodo di Labuan Bajo dan pemeriksaan rutin bagi wisatawan yang datang ke Labuan Bajo melalui laut dan udara setiap hari.

“Perlu ada aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, untuk mengakomodir segala bentuk kegiatan,dalam menyikapi,bila penyakit ini masuk ke wilayah kabupaten ini”, katanya.

Hingga saat ini lanjutnya,belum ada suspect dan tanda-tanda kearah masuknya penyakit ini ke Labuan Bajo, tetapi kesiapan kami bersama pihak Bandara Komodo dan KUPP Kelas II Labuan Bajo, sudah kita lakukan mulai sekarang.

“Namun demikian, kata Wabup Maria, karena penyakit ini sudah menyebar di hampir 36 negara, tentu langkah langkah yang selama ini dilakukan, perlu di diskusikan dengan pemerintah pusat untuk menyikapi para wisatawan yang datang berlibur dari luar negara China yang sudah positif terpapar virus Corona ini”, tutupnya.

(Louis/Syarif ab).

Leave a Reply

Your email address will not be published.