Menu Close

Bupati Edistasius Endi Lantik Kades Pangga Kecamatan Kuwus

Labuan Bajo, Kominfo Mabar– Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE mengambil Sumpah Jabatan dan Melantik Kepala Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Patrisius Suwandi, S.Sos di Lambur, Jum’at (11/11).

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai Barat Nomor: 316/KEP/HK/2022 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Pangga, Kecamatan Kuwus Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2022.

Dalam sambutannya Bupati Edistasius Endi mengatakan bahwa pelantikan bukanlah puncak segalanya akan tetapi awal untuk menerima tanggungjawab yang besar.

Tanggung jawab tersebut yaitu tanggungjawab memimpin rakyat, tanggung jawab melayani rakyat dan tanggung jawab untuk melahirkan karya yang inovatif dan kreatif.

Menurut Bupati Edi periode jabatan kepala desa itu hanya 6 tahun, kemudian baru dipilih lagi sampai 3 periode. Dalam periode kepemimpinan yang terbatas itu dituntut sebuah karya nyata demi tercapaianya kesejahteraan rakyat.

“Pelantikan bukanlah puncak segalanya, namun pelantikan merupakan momen awal menerima tanggung jawab yang besar untuk memimpin, melayani dan berkarya untuk rakyat yang ada di desa. Karya terbaik sedang dinanti oleh rakyat di desa ini,” ungkapnya.

Bupati Edi mengajak masyarakat Desa Pangga untuk mendukung kades terpilih dan melupakan perbedaan dalam suksesi pilkades lalu.

“Setelah pelantikan ini tidak ada lagi cerita nomor satu, nomor dua, nomor tiga, nomor empat atau nomer lima, yang ada adalah kemenangan bersama rakyat di desa Pangga”, jelasnya.

Dalam momen pelantikan ini juga Bupati Edi menekankan peran kepala desa dalam upaya penurunan stunting. Saat ini isu stunting menjadi isu Nasional dan telah menjadi kebijakan nasional untuk sama sama perangi stunting.

Menurut Bupati Edi dibutuhkan kerja kolaboratif tidak hanya dinas kesehatan namun semua pihak dan Kepala Desa menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan stunting di desa.

“Percepatan penanganan stunting telah menjadi kebijakan nasional oleh karenanya butuh kerja kolaboratif menyikapi masalah stunting,” ungkapnya.

Stunting tidak hanya menjadi tugas orang kesehatan tapi tugas semua pihak. Petugas kesehatan perannya hanya 30% selebihnya merata pada para pihak termasuk kepala desa. Bupati berharap Kepala Desa menjadi garda terdepan untuk penurunan angka stunting di desa, termasuk di desa Pangga.

Menurut Bupati salah satu penyebab masalah stunting di desa adalah kurangnya asupan ASI (air Susu Ibu) Ekslusif bagi bayi sejak dilahirkan hingga 6 (bulan) tanpa menambahkan dan/ atau mengganti dengan makanan atau minuman lain dan selanjutnya ASI dan asupan makan pengganti ASI hingga usia anak 2 (dua) tahun.

“Salah satu penyebab stunting adalah kurangya asupan ASI Eksklusif kepada bayi. Betapa pentingnya ASI Eksklusif itu diberikan kepada anak-anak kita, sebab manfaat ASI itu sangat luar biasa, seperti sebagai antibody bayi, baik untuk pertumbuhan tulang, kecerdasan bayi, berat badan bayi yang seimbang dan banyak lagi manfaat lain. Jangan bayi masih 3 bulan, pemberian ASI dihentikan, itu tidak boleh”, jelasnya.

Hal lain yang disampaikan Bupati Edi yang ada kaitan dengan stunting adalah, upaya mengurangi angka kemiskinan di desa.

Menurut Bupati Edi, kemiskinan sangat dekat dengan stunting. Karenanya Bupati Edi menginstruksikan kepada para Kepala Desa untuk konsen dengan upaya pengendalian angka kemiskinan di desa. Salah satu solusi menurut Bupati Edi adalah dengan menjadikan BUMDes sebagai lokomotif perekonomian di Desa.

“BUMDes harus diperkuat, beri BUMDes penyertaan modal, entah itu dana desa alokasi daerah, Provinsi atau Pusat selama itu tujuan untuk kesejahteraan rakyat itu dibolehkan”, jelasnya.

Menurutnya. setelah BUMDes kuat secara kelembagaan, maka BUMdes bisa menjalankan berbagai usaha yang menampung hasil pertanian, peternakan dan perkebunan dari para petani.

Dikatakan Bupati Edi bahwa segala hasil pertanian, peternakan dan perkebunan didistribusikan oleh BUMdes ke pasar, Restoran dan Hotel untuk mendukung industry pariwisata di Labuan Bajo.

Selain itu Bupati Edi mendorong agar BUMDes bisa merambah ke bidang pertambangan khususnya galian C mengingat beberapa desa di wilayah perbatasan Kecamatan Kuwus dan Kecamatan Kuwus Barat mempunyai potensi yang besar untuk tambang galian C.

Karenanya Bupati Edi mendorong agar kedua kecamatan ini mendirikan BUMdes bersama untuk mengelola Tambang Galian C.

Bupati Edi berkeyakinan kalau itu dilakukan, potensi tersebut bisa mendatangkan kesejateraan bagi masyarakat setempat dan dengan demikian masalah stuntingpun bisa ditekan.

“Daerah sekitar ini sangat berpotensi terutama galian C disepanjang aliran sungai Wae Tajang. Saya mendorong agar didirikan BUMDes bersama untuk mengelola potensi ini dan diurus perizinannya”, ucapnya.

Selain 2 hal diatas Bupati Edi juga menginstruksikan kades yang dilantik untuk melaksanakan beberapa tugas antara lain mendorong masyarakat dalam gerakan ayo menanam sebagai upaya membentuk Rantai Pasok dalam rangka mendukung sektor pariwisata Labuan Bajo.

Bupati juga mendorong masyarakat untuk sadar membayar pajak, mendorong masyarakat agar mempunyai rasa memiliki, memelihara dan bertanggungjawab dengan pembangunan yang ada dan mengupayakan Peningkatan SDM aparatur desa agar melek teknologi digital serta Memaksimalkan peran Paud (Pendidikan Usia Dini) di desa untuk menyiapkan generasi penerus bangsa sejak usia dini.

Turut hadir Wakil Ketua 2 DPRD Manggarai Barat Marselinus Jeramun, Kepala Kesbangpol Fransiskus Partono, Kadis Kominfo Paulus Setahu, Kadis PMD Melkior Nurdin, Kadis Dukcapil Valentinus Andi, Kadis Disparbudekraf Pius Baut, Kabag Umum Fan Nambut, Kabag Kesra David E. Rego, Camat Kuwus Gabriel Bagung, Camat Kuwus Barat Vitus Suparji, Kabid Trantib Pol PP Hermus Sukur, Kapolsek Kuwus dan Babinsa Kuwus.

(Tian-Tim IKP Kominfo Mabar?

Leave a Reply

Your email address will not be published.