Menu Close

Wabup Mabar: Jaga Suasana Harmonis Selama Festival Berlangsung

Labuan Bajo, Kominfo Mabar- Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Pemda Manggarai Barat, BPOLBF, dan para stake holder pariwisata, komunitas lintas agama dan pihak terkait menggelar ‘ Festival Golo Koe’ di Labuan Bajo Provinsi NTT. Festival itu berlangsung 8 Agustus hingga berakhir 15 Agustus mendatang.

Festival yang digagas oleh pemkab Mabar bersama Keuskupan Ruteng itu, mendapat sambutan antusias dari seluruh lapisan masyarakat se- Manggarai Raya. Hal ini terlihat sejak defile pukul 16.30 Wita, ribuan warga sudah mulai memadati jalan – jalan utama menuju panggung Waterfront City.

Sebanyak 1179 utusan dari Paroki- paroki dan lembaga sekolah se- keuskupan Ruteng, paguyuban- paguyuban nusantara di Labuan Bajo, tokoh masyarakat dan pihak terkait ikut aktif berpartisipasi menyukseskan festival Golo Koe.  Hadir juga Pemda Minahasa Utara (Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Rombongan).

“Sebagai tuan rumah tentunya atas nama pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat, kami mengucapkan selamat datang di Labuan Bajo untuk seluruh peserta. khususnya yang berasal dari paroki-paroki di Manggarai dan Manggarai Timur,” sapa Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes, saat pembukaan Festival Golo Koe.

Wabup Yulianus sangat berharap, selama berada kurang lebih 8 hari di Labuan Bajo seluruh peserta Festival Golo Koe tetap sehat dan dalam berkat dan lindungan Tuhan.

Dirinya mengajak seluruh hadirin yang mengikuti kegiatan festival Golo Koe ini untuk menjaga suasana damai dan menjaga suasana harmonis dalam setiap kegiatan selama sepekan ini di Labuan Bajo.

Dikatakannya, peserta festival yang hadir dan mengisi acara pada kegiatan pentas seni selama seminggu, walau berasal dari berbagai ragam budaya, suku bahasa adat istiadat, dirinya yakin dalam kebhinekaan itu, dengan atas perlindungan Bunda Maria Assumpta Nusantara semua peserta bisa menjaga suasana yang tetap aman damai dan harmonis .

“Kita tunjukkan bahwa umat keuskupan Ruteng ini, bisa menjaga kedamaian, keharmonisan dalam kebhinekaan kita,” katanya.

Sementara itu, Uskup Ruteng Mgr.Siprianus Hormat mengajak seluruh umat untuk merajut tali kasih penuh persaudaraan.

“Mari kita rajut tali kasih, kita bingkai persaudaraan, membentuk mosaik-mosaik indah Bineka Tunggal Ika,” kata Yang Mulia Uskup Siprianus.

Menurutnya, pariwisata bukanlah penuh keringat belaka tetapi juga pesta sukacita. Bukan hanya pesta orang-orang berduit tetapi pesta rakyat kita bersama.

“Pariwisata sejatinya harus berpartisipasi, artinya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Pariwisata harus melibatkan masyarakat lokal, serta membahagiakan dan mensejahterakan kehidupan kita,” tandasnya.

Oleh Karena itu, Uskup Ruteng ini menyampaikan terimakasih banyak atas kehadiran aktif dan keterlibatan kreatif semua unsur dalam merayakan festival ini.

“Kami sampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang mau menyelenggarakan dan mensukseskan festival ini. Anda semua adalah orang-orang yang hebat telah mengorbankan pikiran, tenaga, waktu dan segalanya,’ ungkapnya.

Dikatakan, Labuan Bajo baru yang dikumandangkan oleh Bapak Presiden Jokowi tidak sekadar terletak dalam sarana dan fasilitas pariwisata yang mewah, tetapi juga didampingi oleh orang-orang yang dengan tulus hati berbakti bagi kepentingan umum dan tanpa pamrih, membangun kota dan wilayah Manggarai raya Flores ini jadi yang terbaik.

Lebih lanjut Uskup Ruteng mengatakan, dari Labuan Bajo dikumandangkan pesan keseluruh Nusantara dan seantero jagad , pariwisata menjadi indah dan menyentuh kalbu tat kala dibangun dan tumbuh dalam dinamika budaya dan spiritualitas setempat, terbuka dan eksklusif.

Bukan yang menyingkirkan, tetapi yang merangkul yang lain. Indonesia tanah air tercinta menjadi hebat dan masyur bukan dalam keseragaman tetapi dalam keragaman yang bersatu.

Karena itu paus Fransiskus mengajak umat menjadi gereja dengan pintu-pintu terbuka, menjadi gereja yang merangkul semua orang dari berbagai suku dan keyakinan, gereja yg terlibat dalam canda tawa semua orang dan ingin menyeka air mata kesedihan dari pipi setiap anak bangsa yang menderita.

“Mari kita ulurkan tangan persahabatan, mari kita rangkai perarakan kasih dalam festival Golo Koe ini bersama mazmur yang kami kutip pada awal tadi,” ujarnya .

Uskup Siprianus mengajak para peserta merasakan keindahan alam dan kemolekan ciptaan dalam berbagai perayaan selama sepekan. Menjaga dan merawat bumi congkasae Manggarai dengan segala yang hidup dan berteriak di dalamnya. Tanah nuca lale adalah rumah bersama.

“Mari kita bergembira dalam pekan festival ini. Labuan Bajo adalah milih kita semua. Tempat indah ini adalah tanah bumi kita semua. Selamat bersuka cita dalam festival golo koe labuan Bajo dalam peristiwa pariwisata religi,”Pungkas Uskup Sipri.

(Tim IKP-Kominfo Mabar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.