Menu Close

Awali Kegiatan Festival Golo Koe, Panitia Gelar ‘Adat Teing Hang Kolang’

Labuan Bajo, Kominfo Mabar-Panitia Festival Golo Koe menggelar Adat Teing Hang Kolang di kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (07/08) Petang.

Festival Golo Koe ini digagas dan diorganisir oleh Keuskupan Ruteng dalam kerja sama dengan Pemda Manggarai Barat, BPOLBF, dan para stake holder pariwisata.

Festival ini melibatkan umat Allah Keuskupan Ruteng dari seluruh pelosok tanah Nucalale dalam kerja sama yang erat dengan komunitas muslim dan komunitas lintas agama lainnya.

Adat Teing Hang Kolang adalah ritus budaya mengawali seluruh rangkaian kegiatan Festival Golo Koe yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 8 sampai 15 Agustus 2022 mendatang.

Adapun acara Adat Teing Hang Kolang ini lazim dilakukan oleh masyarakat Manggarai sebagai bentuk Tesi atau Mohon Izin dan Baro atau memberitahu kepada para leluhur bahwa akan dilaksanakan sebuah kegiatan.

Hal ini dilakukan supaya para leluhur juga mengetahui prihal kegiatan dimaksud dan masyarakat Manggarai menyebutnya “rantang manga babang agu Langat”.

Teing Hang Kolang ini juga bertujuan memohon perlindungan para leluhur dan juga Roh lain seperti “penghuni tanah/suatu tempat” atau dalam bahasa Manggarai disebut Naga Tana, Naga Golo yang dalam keyakinan masyarakat Manggarai, mereka ada dan memperhatikan penghuni/manusia diwilayahnya.

Sehingga dengan perlindungan para leluhur, kegiatan Festival Golo Koe yang akan dilaksanakan berjalan lancar dan sukses. Serta semua orang yang mengikuti kegiatan atau semua yang mengambil bagian dalam acara Festival golo Koe diberi kesehatan, dijauhkan dari macam mara bahaya, rintangan atau hambatan, gangguan roh jahat serta kecelakaan.

Dalam bahasa Manggarai lazim disebut Rantang Babang Agu langat, Rantang Mangga Watang Lamba, Sengkang mena agu ronggo do’ong, porong sangged lawa ata liup lonto Festival Golo Koe Bolek Loke Baca Tara.

Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, yang juga sebagai Ketua Umum Panitia Festifal Golo Koe mangatakan bahwa sebagai masyarakat Manggarai yang memegang teguh adat istiadat acara Teing Hang Kolang ini harus dilakukan untuk memohon izin serta perlindungan leluhur.

“Kita tidak boleh melupakan budaya. Adat istiadat harus tetap kita junjung tinggi walaupun disini ada keuskupan, adat harus dijalankan karena kita akan menjalankan kegiatan besar, yaitu Festival Golo Koe,” ungkap Wabup.

Wabup Yulianus berharap agar kegiatan Festival Golo Koe berjalan dengan aman, lancar dan sukses baik segala agenda yang direncanakan maupun semua orang yang mengambil bagian datang sehat, saat pulang festival pun sehat.

“panitia harus permisi kepada para leluhur dan orang-orang yang berjasa yang sudah mendahului, supaya para leluhur tidak kaget, apa ini kok ramai-ramai kami tidak diberi tahu. Nah, dengan acara ini para leluhur tahu dan kita juga memohon agar mereka yang di Surga mendoakan agar acara ini berjalan dengan baik. Demikian pun mereka yang datang dari seluruh Manggarai Raya selamat,” tambahnya.

Senada dengan Wabup Yulianus, Ketua Komisi Pariwisata dan Budaya Rd. Inosensius Sutam mengatakan bahwa Adat Teing Hang Kolang biasa dilakukan hampir setiap kegiatan orang Manggarai.

Acara seperti ini, biasa dalam budaya Manggarai, bagi orang Manggarai. Ketika mau buat acara apa saja, orang Manggarai selalu ada yang namanya Adat Teing Hang Kolang Ata Tua, kudut Tesi agu Baro latang ise.

“Tesi itu maksudnya minta Izin atau Permisi dan Baro artinya memberi tau. Jadi kita meminta pertolangan dari para arwah leluhur juga dari roh roh lain seperti naga Tana naga golo (penghuni suatu tempat), itu dalam kepercayaan orang Manggarai”, ucapnya.

Menurut Romo Ino Sutam, inti dari acara Teing Hang Kolang ini adalah supaya kegiatan Festival ini berjalan dengan lancar, dijauhkan dari segala aral rintang dan semua yang terlibat semua senang dan sehat.

“Tujuannya adalah Neka manga watang ata lamba one salang, neka manga ronggo ata pande doong (terhindar dari halangan dan hambatan), juga supaya sanggen ite (Semua yang berpartisiapasi dalam acara ini) bolek loke gancas tara (sehat), lalu semua acara berjalan dengan lancar, berjalan dengan baik”, jelasnya.

Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Manggarai Barat dr. Yulianus Weng, M.Kes selaku Ketua Umum Festival Golo Koe, Vikjen Keuskupan Ruteng Rd. Alfons Segar, Pr, Sekjen Keuskupan Ruteng Rd. Manfret Habur, Pr, Vikep Labuan Bajo Rd. Rikardus Manggu, Pr, Sekda Manggarai Barat Drs. Fransiskus S. Sodo,

Ketua Komisi Budaya dan Pariwisata Keuskupan Ruteng Rd, Inosensius Sutam, Para Pimpinan OPD lingkup pemda Manggarai Barat, Para Tokoh Adat Nggorang, Lancang, Sernaru, Labuan Bajo dan para tetua adat Kaper yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Caci dalam rangka Festival Golo Koe pada tanggal 13 Agustus medatang menerima Meka Landang (tamu) dari Langke Majok kabupaten Manggarai.

(Tian Candra-Tim IKP Kominfo Mabar).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.